Lecehkan Salat Jenazah, Tiga Remaja Sidrap Mengaku Menyesal

Sabtu, 28 November 2020 23:05

Screenshot video pelecehan gerakan salat.

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Viralnya video pelecehan gerakan salat umat muslim yang dilakukan oleh tiga pria di Kabupaten Sidrap, membuat polisi bergerak cepat.

Tiga orang itu bernama Asrullah alias Jufri, 17 tahun, AA, 15 tahun, dan MJ, 15 tahun.

Ketiganya pun ditangkap di Lengko Bale, Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, pada Kamis malam (26/11/2020) pukul 22.00 Wita kemarin.

Saat ditahan dan langsung dimintai keterangan oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Sidrap, ketiganya pun menyesali perbuatannya. Aksi mereka membuat umat Islam merasa dilecehkan.

“Kami pribadi meminta maaf kepada umat Islam. Khususnya kaum muslim di Sidrap. Kami sangat menyesal atas video yang kami buat dan sebar dan tidak akan mengulangi lagi,” kata ketiga pria itu dalam sebuah video yang diterima Fajar.co.id.

Usai meminta maaf di dalam ruang penyidik, ketiganya pun membuat sebuah pernyataan dalam selembar kertas atas perbuatannya itu.

“Kami membuat pernyataan tanpa ada paksaan dari pelapor,” kata mereka dengan ekspresi wajah datar, dalam video permintaan maafnya itu.

Seperti diketahui, para pelalku membuat sebuah video salat jenazah dengan gaya yang aneh. Satu sebagai makmum, satu sebagai imam salat yang mengenakan mukenah, dan satu sebagai jenazah.

Cara salat mereka memancing emosi umat Islam. Mula-mula seorang makmum menggaruk kaki sebelah kiri menggunakan kaki kanannya.

Tak berselang lama, imam pun tertawa dan membuat jemaah di belakangnya ikut tertawa. Lalu menyusul satu temannya yang berpura-pura menjadi jenazah, terbangun dan juga tertawa.

Penyelidikan pun dilakukan dan langsung melakukan penangkapan. Awalnya hanya AA dan MJ yang ditangkap. Menyusul Asrullah yang juga ikut dijemput polisi.

“Awalnya mereka menganggap perbuatan itu hanya hiburan lalu dijadikan video status di WhatsApp oleh MJ. Mereka tidak menduga bahwa hal itu akan viral di media sosial,” kata Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Benny Pornika, Sabtu (28/11/2020).

“Kami amankan barang bukti berupa ponsel yang digunakan pelaku saat mempermainkan gerakan salat itu,” sambung perwira berpangkat tiga balok ini. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
1
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar