Selain PAD, Erwin Aksa Minta Pemda Maksimalkan Dana Hibah dan CSR Perusahaan

Sabtu, 28 November 2020 22:23

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pemerintah Daerah (Pemda) diminta memaksimalkan sumber anggaran lainnya selain Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terlebih jika Pemda memaksakan pemungutan atau menaikkan pajak di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Erwin Aksa punya saran kepada kepala daerah bagaimana memaksimalkan sumber anggaran lainnya untuk membangun daerah.

Misalnya dari anggaran pemerintah pusat melalui dana perimbangan. Dana perimbangan sendiri merupakan dana yang bersumber dari alokasi pendapatan APBN untuk daerah, provinsi, kabupaten dan kota.

Dana perimbangan ini terbagi atas tiga, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Hibah. Khusus dana hibah, sebuah daerah bisa mendapatkan lebih banyak dibandingkan daerah lainnya jika punya kepala daerah kreatif.

“Saya punya teman kepala daerah selevel bupati yang mendapat dana hibah lebih dari BNPB berkat proposal yang diajukannya,” kata Erwin saat diskusi bersama awak media di Warkop Sami Makassar, Sabtu (28/11/2020).

Erwin menyebutkan untuk mendapatkan dana lebih dari pemerintah pusat, dibutuhkan kepala daerah yang inovatif, punya jalur atau channel ke pemerintah pusat dan bisa bergerak cepat.

“Kepala daerah itu harus cepat, jangan hanya menunggu di daerah. Banyak anggaran hibah di pusat yang bisa dimanfaatkan, tergantung proposal yang diajukan daerah,” jelas Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman ini.

Komentar