Soal Dugaan Penyelundupan Pakan Ternak di Gowa, Ini Kata Polisi

Sabtu, 28 November 2020 22:47

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, GOWA — Dugaan penyeludupan pakan ternak dari Kementan RI yang didistribusikan ke Kabupaten Gowa sebanyak 60 ton telah ditanggapi polisi.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, mengatakan, hal tersebut masih sebatas dugaan, meskipun aktivitas bongkar muat yang dilakukan di tepi Jalan Poros Gowa – Takalar tidak dikawal oleh pemerintah setempat.

“Hasil pemeriksaan, memang ada pakan ternak. Diperiksa kemudian dikonfirmasi ke Kades Bategulung, pengadaan pakan ternak ini adalah program nasional,” katanya, Sabtu (28/11/2020).

“Kami cek, sebelumnya sudah ada pembongkaran tiga unit (kontainer) yang sudah dibongkar, yang kami temukan itu,” sambung perwira tiga balok ini.

Sayangnya, proses bongkar muat tanpa pengawalan pemerintah provinsi atau kebupaten itu belum bisa dipastikan akan diseludupkan ke beberapa desa yang ada di Butta Bersejarah ini.

Hal itu, lanjut Tambunan, masih sebatas dugaan semata dan masih menjadi informasi awal dari masyarakat yang melaporkan aktivitas yang dianggap mencurigakan itu.

Kepala Desa Bategulung, Thamrin, mengatakan, jumlah pakan ternak yang dia bawa dan diduga hendak diseludupkan sebanyak 60 ton.

“Lima desa yang dapat. Sudah ditahu. Jadi orang dinas kabupaten dengan provinsi sudah tahu kalau ada program 1000 desa 1 sapi, yang tangani langsung ketua kelompok,” kata Thamrin usai diinterogasi polisi.

Alasan aktivitas bongkar muat itu tidak dikawal oleh pemerintah provinsi atau kabupaten dan justru langsung ke pemerintah desa, lanjut Thamrin, tidak ada regulasi yang mengatur itu.

Komentar