APBN Proyek, Luhut Tes Swab 2 Kali Seminggu

Minggu, 29 November 2020 11:15

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar bertemu Presiden AS Donald Trump. (Foto: Dok. White House)

Oleh: Dahlan Iskan

ADA yang lebih menarik di balik pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia itu (Disway, 26 November: SWF Nusantara). Yakni akan hilangnya pos biaya proyek di APBN.

Setidaknya dimulai dari penurunan pos untuk proyek-proyek itu. Yang akhirnya bisa hilang sama sekali.

“Kelak APBN itu akan khusus untuk program pengentasan kemiskinan,” ujar Menko Kemaritiman dan Investasi itu kepada Disway.

Ide baru ini pasti akan memancing diskusi yang luas. Dan itu baik. Dari pada heboh-heboh politik terus. Saya sendiri terharu dengan diskusi SWF di komentar Disway tiga hari lalu itu. Sampai ada yang mengingatkan jangan sampai SWF kita nanti itu ujungnya seperti SWF-nya Malaysia –1MDB. Yang melahirkan kasus korupsi terbesar di dunia. Yang membuat Perdana Menteri Najib Razak sampai kalah pemilu dan kini lagi menghadapi proses hukum.

Tentu saya juga menyinggung itu ketika bertemu Jenderal Luhut Pandjaitan. “Pengawas SWF kita nanti adalah lembaga-lembaga internasional,” ujar Luhut. Itu karena sumber dana SWF kita juga berasal dari lembaga-lembaga keuangan internasional. Mereka, tentu, baru mau menaruh uang kalau lembaga SWF kita kredibel.

Itulah sebabnya setelah berhasil mendapatkan komitmen dana Rp 28 triliun dari USIDFC Amerika, Luhut segera ke Jepang. Lalu ke Riyadh, Arab Saudi. Dan ke Uni Emirat Arab.

Bagikan:
3
6
1

Komentar