Bawa Bantuan untuk Nenek Manika, Alumni SMA 17 Bone Tembus Puncak Gunung


FAJAR.CO.ID, BONE — Sungguh memprihatinkan kondisi Nenek Manika yang berada di puncak gunung di Loccoreng, Dusun Bompo, Desa Mamminasae, Kecamatan Lamuru.

Tinggal disebuah rumah yang nyaris ambruk. Sudah miring. Atapnya bocor-bocor. Dindingnya sudah lapuk. Nenek Manika tinggal bersama cucunya yang laki-laki. Anak perempuannya merantau ke Sulawesi Tenggara. Sebagai buruh tani.

Lokasi Nenek Manika berjarak 71 km dari Kota Watampone. Jika dari Jl poros Desa Mamminasae sekira 2 jam perjalanan kalau naik motor. Itupun jika tidak hujan.

Melihat kondisi tersebut sebuah komunitas dari Alumni SMA Negeri 17 Bone angkatan 2003 berinisiatif mengumpulkan bantuan. Open donasi dilakukan. Demi nenek Manika dan cucunya.

Minggu (29/11/2020) siang. Awan sedikit mendung. Komunitas tersebut menuju ke sana. Melewati aspal 3,5 km. Kerikil 5 km. Beton yang retak. Tanjakan yang berbelok-belok. Sekira 2 jam perjalanan baru sampai.

Koordinator Alumni SMA Negeri 17 Bone, Unchu menceritakan, pertama kali melihat nenek Manika ketika dari sebuah acara di Loccoreng dan melihat kondisi rumahnya yang tidak layak huni.

“Ada bantuanta dari pemerintah,” tanya Unchu. “Adaji. Tapi kita taumi itu nak beras dan telur. Terus tetanggaji juga sering kasi,” timpal Nenek Manika.

Kata dia, sejak open donasi dilakukan pada 5 November lalu donasi yang terkumpul dari dermawan Rp1,56 juta, beras 20 kg. Ada juga sembako dari alumni 2003 SMA 17 Bone senilai Rp470 ribu, dan sembako dari teman-teman Youtubers Soppeng.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR