Penyelidikan Polda Sulsel Soal Batu Bara Lamuru Terkesan Hanya Gertakan

Minggu, 29 November 2020 14:16

Lokasi tambang. (FOTO: AGUNG P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, BONE — Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sulsel menyelidiki kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan batu bara di Kecamatan Lamuru, Bone. Namun, penyelidikan itu terkesan hanya sebatas gertakan saja.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 12 orang sudah diperiksa di Subdit 4 Sumdaling Krimsus Polda Sulsel yaitu para pemilik izin, manager Edy, Bahrum (pemegang saham), para penambang termasuk operator alat.

“Sudah ada pemeriksaan kepada pihak penambang, dan operator. Termasuk Pak Edy. Dan Masih banyak yang akan diperiksa,” kata AKBP Amiruddin, saat menjabat Kasubdit IV Sumdaling Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Kini Amiruddin sudah pensiun dari jabatannya. Penyelidikan Polda tak jelas lagi. Padahal yang sudah diperiksa para penambang yang menambang di atas izin PT Pasir Walannae adalah AP, WW, SD, AM, BH, DF, BH, dan masih ada lagi yang lain.

“Saya sudah di situ. Masa bakti saya sudah selesai,” singkat Amiruddin Minggu (29/11/2020).

Keanehan dari tambang batu bara yang beroperasi bertahun-tahun di Kecamatan Lamuru tampak jelas. Memang pemilik izin diketahui PT Pasir Walannae, namun yang menambang malah orang lain.

Idealnya PT Pasir Walannae yang menambang itu sebagai pemilik izin, tetapi faktanya di lapangan banyak sekali penambang dipihak ketigakan tanpa dukungan surat perjanjian atau kontrak antara penambang dengan PT Pasir Walannae.

Mereka diduga menambang di luar Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Untuk lokasi yang dikerja terbagi dua yaitu bagian Utara dan Selatan. Parahnya, lokasi tambang tidak dilakukan reklamasi. (agung/fajar)

Komentar