Separatis Papua Makin Berani, Suara Panglima TNI Dinanti, HNW: Jangan Omdo

Minggu, 29 November 2020 09:42

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto. Foto: Puspen TNI

FAJAR.CO.ID — Sejak diluncurkan 4 Juli 2020 lalu, dukungan petisi penolakan Otsus Papua dari berbagai komponen sudah mencapai setengah juta lebih.

Hingga 26 November 2020, sebanyak 520.261 rakyat Papua telah membubuhkan cap jarinya menolak Otsus di tanah Papua.

Ratusan ribu rakyat Papua menolak perpanjangan otonomi khusus (Otsus). Mereka menyatakan ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penolakan perpanjangan Otsus Papua disuarakan melalui Petisi Rakyat Papua. Sebanyak 102 organisasi mendukung petisi tersebut.

“Rakyat Papua dari hampir semua komponen di Papua telah mendukung Petisi penolakan Otsus. Mereka telah menyampaikannya lewat seminar, webinar, bahkan melalui aksi-aksi bahwa 19 tahun Otsus di West Papua gagal memberi perlindungan, keberpihakan dan pemberdayaan bagi orang Papua,” tegas Juru Bicara Petisi Rakyat Papua, Victor Yeimo.

Petisi Rakyat Papua tidak hanya digalang di Indonesia tetapi juga di beberapa negara, seperti Papua New Guinea (PNG), Australia, dan Amerika Serikat.

Selain menggalang dukungan rakyat melalui petisi, kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) juga terus mengobarkan perlawanannya kepada aparat TNI dan Polri.

Pasukan OPM mengibarkan bendera Bintang Kejora di berbagai titik. Mereka juga membunuh dan melukai anggota TNI dan Polri yang bertugas di Papua.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto diingatkan tentang kondisi Papua saat ini. Panglima TNI diminta agar tidak hanya omong doang (omdo).

Komentar