Separatis Papua Makin Berani, Suara Panglima TNI Dinanti, HNW: Jangan Omdo

Minggu, 29 November 2020 09:42

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto. Foto: Puspen TNI

“NKRI Harga Mati! Di Papua, tekad itu benar-benar diuji. Eskalasi menuju 1/12 dengan peristiwa-peristiwa terakhir termasuk aksi kerumunan massa mereka yang kibarkan bendera bintang kejora dan 3 polisi terluka, harusnya disikapi serius,” kata Hidayat Nur Wahid melalui akun Twitter pribadinya, @hnurwahid, Sabtu (28/11).

Aparat seharusnya bertindak tegas kepada OPM yang terang-terangan ingin memisahkan diri dari NKRI. Terlebih kelompok ini sudah berulangkali membunuh anggota TNI dan Polri.

“Tapi kok untuk mereka malah hanya preventif, untuk baliho HRS malah represif?,” tanya Wakil Ketua MPR RI ini.

HNW menantikan suara lantang Panglima TNI, seperti ketika mengirimkan sinyal ‘perang’ kepada Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS).

“OPM sudah berkerumun, kibarkan bintang kejora, teriakkan Papua Merdeka, keluar dari NKRI, tapi Rakyat Indonesia belum mendengar pernyataan lantang dari Panglima TNI; selamatkan NKRI! kalahkan ancaman perang yang nyata dari OPM! NKRI Harga Mati, Panglima. Rakyat dukung TNI atasi OPM!,” tandas HNW.

Sebelumnya, video Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang didampingi 5 jenderal TNI, viral di media sosial.

mengumpulkan lima komandan pasukan khusus di lingkungan TNI di Mabes TNI, Cilangkap

Dalam video tersebut, Hadi menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam menjaga stabilitas nasional.

“Untuk itu jangan kita biarkan persatuan dan kesatuan bangsa itu hilang, atau dikaburkan oleh provokasi dan ambisi yang dibungkuus dengan berbagai identitas,” kata Hadi dalam video tersebut.

Komentar