Condong Dukung Salah Satu Paslon, Anggota KPPS Diganti

ILUISTRASI. Anggota KPU Jembrana saat mengikuti swab test beberapa waktu lalu (dok.radarbali)

 FAJAR.CO.ID, BALI — Tantangan berat bagi penyelenggara Pilkada tahun 2020, menjaga netralitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Khususnya panitia penyelenggara ad hoc dari tingkat kecamatan hingga petugas di tempat pemungutan suara.

Di tengah hari pemungutan suara yang semakin dekat, sudah lima orang petugas ad hoc yang terindikasi melakukan pelanggaran netralitas sudah diganti.

Terbaru, petugas ad hoc yang bertugas sebagai anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang diganti dari salah satu TPS di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo.

Anggota KPPS tersebut terindikasi tidak netral dengan bukti sebuah foto mengacungkan satu jari yang patut diduga sebagai bentuk afiliasi dengan salah satu calon.

Berdasar bukti foto tersebut, jajaran KPU Jembrana menelusuri dan mengklarifikasi anggota KPPS. Hasil klarifikasi mengakui dan menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota KPPS.

“Anggota KPPS yang diduga berafiliasi dengan salah satu calon sudah diganti,” kata I Made Widiastra, komisioner KPU Jembrana.

Karena sudah mengundurkan diri dan dilakukan penggantian, dugaan pelanggaran yang dilakukan petugas ad hoc tersebut tidak sampai diproses ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Kalau sudah mengundurkan diri tidak perlu ke DKPP,” terangnya. Menurutnya, sejak awal pendaftaran dan setiap pertemuan dengan petugas ad hoc sudah sering disampaikan agar menjaga integritas dan profesionalisme.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR