Eksploitasi Anak Masih Tinggi, Muliati: Peran Keluarga Benteng Terdepan

Senin, 30 November 2020 12:05

Kekerasan dan eksploitasi terhadap anak masih kerap terjadi. Tak jarang kita mendengar informasi anak-anak dipukul, dita...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kekerasan dan eksploitasi terhadap anak masih kerap terjadi. Tak jarang kita mendengar informasi anak-anak dipukul, ditampar, bahkan sampai pada penyiksaan. Pelakunya bisa siapa saja, termasuk orang terdekat korban seperti guru, keluarga atau orang tua.

Berdasarkan kenyataan yang terjadi, Anggota DPRD Kota Makassar, Muliati mengambil langkah nyata dengan menggelar sosialisasi aturan atau produk hukum Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2018 tentang perlindungan anak kepada konstituennya.

Tujuannya, agar masyarakat memahami betapa pentingnya perlindungan terhadap anak, kasih sayang orang tua, serta kewajibannya menciptakan generasi penerus yang unggul dan cerdas.

“Jadi kita semua sebagai orang tua patut mengetahui hak anak kita, misalnya hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan pendidikan, perlindungan, nama atau identitas diri, status kebangsaan, hak untuk mendapatkan nutrisi bergizi, akses kesehatan, rekreasi, kesamaan, dan peran dalam kebangsaan,” ungkap Muliati saat dijumpai di Hotel Lynt Makassar, Senin (30/11/2020).

Anggota Komisi B DPRD Makassar ini pun menaruh harapan agar kegiatan ini bisa memberi manfaat dan menjembatani masalah yang sering dihadapi warga terutama terkait eksploitasi anak.

“Kami tentu berharap bahwa ke depan kita tidak mendengar lagi ada orang tua yang memaksakan anaknya untuk mengemis misalnya, atau eksploitasi anak dalam bentuk yang lain. Peran keluarga benteng terdepan,” tuturnya.

Komentar