Kartunisasi Sapi Sumbang PAD Sinjai hingga Rp500 Juta

Senin, 30 November 2020 10:05

Program kartunisasi ternak sapi turut memberi sumbangsih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sinjai.

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Program kartunisasi ternak sapi turut memberi sumbangsih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sinjai. Jumlah pendapatannya cukup tinggi, yakni Rp500 juta per tahun.

Program yang dijalankan oleh Pemkab Sinjai ini merupakan kali pertama di Indonesia. Beberapa daerah juga memiliki program yang sama, hanya saja terdapat perbedaan dari sisi kegunaannya.

Kartu ternak sapi Sinjai berfungsi sebagai kartu identitas ternak. Juga sebagai alat kontrol kesehatan ternak. Sementara kartu ternak di daerah lain hanya berfungsi sebagai kartu identitas.

“Itu yang membedakan sehingga program kartunisasi yang dijalankan Sinjai itu pertama di Indonesia, belum ada daerah lain yang menerapkan,” ujarnya, Senin (30/11/2020).

Berbagai manfaat yang diperoleh jika memiliki kartu ternak. Mulai dari ternak sapi tersebut bisa diketahui siapa pemiliknya. Sehingga jika sapi hilang dan ditemukan aparat, maka kartu ternak sebagai alat bukti kepemilikan.

“Kartunisasi ini mirip fungsinya Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada orang, karena sebagai identitas, sapi yang punya kartu itu jelas pemiliknya, kalau ada masalah, bisa kita ketahui pemiliknya,” jelasnya.

Fungsi lain dari kartu ternak adalah sebagai alat kontrol kesehatan. Apabila sapi sakit dan harus mendapatkan pelayanan kesehatan, maka kartu ternak dapat menjadi alat kontrol, apakah sapi tersebut pernah sakit dan mendapat pelayanan kesehatan.

Bagikan berita ini:
1
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar