KPK Masih Bidik Eksportir Lobster, Perusahan Milik Andi Iwan Darmawan Aras dan Eka Sastra Dapat Izin Ekspor

Senin, 30 November 2020 10:29

Dugaan Suap Ekspor Seret Menteri KKP

Kata dia, dari pengembangan awal memang jelas indikasi pungutan liar dan suap. Hal itu terdeteksi adanya aliran lewat transaksi digital perbankan. Sehingga, akan ditelusuri keterlibatan perusahaan-perusahaan lain terkait kemungkinan yang juga melakukan hal sama (suap).“Akan ditelusuri. Di akta pendirian perusahaan kan jelas siapa bertanggung jawab. Siapa direktur, siapa-siapa bertanggung jawab di perusahaan. Siapa mengirim? Atas perintah siapa?” bebernya.

Ketua KPK, Firli Bahuri menegaskan kasus korupsi terkait ekspor lobster di KKP merupakan tipikor murni. Tak ada kaitan politik. Sehingga menurutnya jangan ditarik masuk ranah politik. “Meski ada kaitan dengan parpol, tetapi ini terkait orang per orang. Tidak ada pemeriksaaan berlebihan. Pemeriksaan dan pengeledahan dilakukan untuk mengungkap keterangan sebenar-benarnya,” tegasnya.

Sementara itu, Jubir Menko Marves, Jodi Mahardi menuturkan kebijakan ekspor benih lobster sementara dievaluasi. Sebelumnya Plt Dirjen Perikanan Tangkap sudah menerbitkan surat edaran penghentian sementara ekspor benih lobster. “Masih dievaluasi. Pak Menko (Luhut) menyebut bila kebijakan ini bagus akan dilanjutkan. Selama eksekusinya tidak ada praktik KKN. Kami harus bedakan antara kebijakan itu salah dengan eksekusi yang salah atau diselewengkan,” tegasnya. (fajar)

Komentar