LBH Curiga, Penundaan Sidang Praperadilan Perusakan Kantor Nasdem Sengaja Digugurkan

Senin, 30 November 2020 15:57

LBH ,Penundaan Sidang Praperadilan, Perusakan ,Kantor Nasdem,

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Tersangka kasus pengrusakan kantor Nasdem pada saat bentrok penolakan UU Cipta Kerja pada Oktober 2020 lalu, rupanya sementara mengajukan praperadilan.

Dari 13 orang yang ditetapkan tersangka oleh polisi, satu di antaranya bernama Suprianto alias Ijul yang mengajukan praperadilan. Permohonannya itu didampingi oleh LBH Makassar.

Namun yang membuat LBH kesal, lantaran sidang praperadilan yang dipimpin oleh hakim tunggal bernama Rusdianto Lole harus ditunda hingga hari Rabu, (2/12/2020) mendatang.

Padahal, Pasal 82 ayat (1) huruf c KUHAP mengatur, dalam sidang praperadilan selambat-lambatnya tujuh hari hakim sudah harus menjatuhkan putusan.

“Artinya, kasus ini wajib putus selambat-lambatnya 2 Desember 2020 sejak sidang ini dimulai sejak 25 November 2020 lalu,” kata Wakil Direktur LBH Makassar, Edy Kurniawan Wahid, Senin (30/11/2020).

Edy pun menduga, hakim sengaja melakukan penundaan sidang untuk menggugurkan permohonan praperadilan terhadap tersangka Suprianto alias Ijul.

“Konsekuensinya, permohonan praperadilan ini akan gugur saat telah dimulainya sidang pertama pokok perkara. Sebagaimana dinyatakan dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor102/PUU-XIII/2015, tanggal 9 November 2015,” tegas Edy.

Kendati ditunda, LBH Makassar tetap akan terus mengawal kasus ini. Menurutnya, penetapan status tersangka terhadap Ijul hanya berdasarkan pada keterangan salah satu saksi pada saat pemeriksaan di penyidik.

Sebelumnya, sebanyak 13 orang yang ditetapkan tersangka atas bentrok yang terjadi di depan kantor DPD Nasdem beberapa waktu lalu, resmi ditahan di Polrestabes Makassar.

Komentar