Menantu Jokowi Dominasi Pelanggar Prokes, Gde Siriana: Kalau Mau Serius, Tunjukin Dong!

Direktur Indonesia Future Studies (INFUS) Gde Siriana Yusuf

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kebijakan tebang pilih, dinilai dilakukan pemerintah pusat atas pelanggaran protokol kesehatan. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf.

Dia membandingkan pelanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dalam tahapan kampanye Pilkada Kota Medan dengan kasus kerumunan massa Habib Rizieq Shihab yang saat ini ramaikan diperbincangkan.

Gde Siriana melihat ada ketidakadilan dari proses hukum yang dijatuhkan kepada paslon Pilkada Kota Medan, yang dalam hal ini calon Wali Kota yang juga menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution.

Sementara berbeda halnya dengan kasus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib M. Rizieq Shihab terkait kerumunan di acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus acara pernikahan Putrinya, di Petamburan, Jakarta, 14 November lalu.

“Kubu Mantu Jokowi 14 Kali Langgar Protokol Kesehatan di Medan. Kalau itu, Pilkada, semua aparat dan pejabat ngumpet, lempar-lemparan lah ke Bawaslu. Giliran HRS, semuanya semangat benar ngejar-ngejar buat nindaknya,” ujar Gde Siriana dikutip dari akun Twitternya, Senin (30/11/2020).

Komite Politik dan Pemerintahan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indoensia (KAMI) itu juga menantang pemerintah pusat memberikan saksi tegas ke KPU dan Bawaslu Kota Medan seperti yang dilakukan terhadap sejumlah pimpinan kepolisian atas kerumunan massa Habib Rizieq.

“Kontestan Pilkada banyak langgar Prokes Covid, apakah Bawaslu & KPU bisa dipecat seperti halnya Kapolda? Kalau mau serius ya serius nya ditunjukin dong,” tegasnya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR