Panji Tipu Seorang Polisi dan Istrinya

BANYAK MAKAN KORBAN: Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudi Wisnu Andiko menanyai Panji Permana di Mapolda Jatim. Korban Panji berasal dari beragam profesi. (Dimas Masulana/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JATIM — Korban Panji Permana bukan hanya masyarakat biasa. Belakangan diketahui, pria 39 tahun itu juga menipu seorang polisi. Nilai kerugian yang dilaporkannya kepada penyidik Rp 20 juta.

Menurut sumber di kepolisian, dia saat ini bertugas di Nganjuk. Polisi tersebut menjadi korban setelah istrinya lebih dulu menginvestasikan uangnya kepada tersangka. ’’Jadi, yang menjadi korban suami istri,” katanya kemarin (29/11).

Dia menuturkan, kerugian yang dilaporkan istri polisi itu lebih besar. Wanita tersebut mengaku uang yang sudah disetorkan kepada tersangka mencapai Rp 250 juta.

Dalam laporannya, polisi yang menjadi korban tergiur ikut karena istrinya sempat mendapat komisi sesuai yang dijanjikan. Panji memberikan komisi 5 persen dari total dana yang diinvestasikan. ’’Dikira keuntungan asli, padahal hanya modus pelaku. Uang korban diputar,” jelasnya.

Panji, kata dia, saat menjalankan aksinya memang cukup meyakinkan. Lantaran memahami seluk-beluk dunia trading forex, dia bisa mempresentasikan jasanya dengan sangat baik. ’’Apalagi, tersangka punya kantor yang seolah-olah sudah berizin,” ujar penyidik yang mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan itu kepada Jawa Pos.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Totok Suharyanto membenarkan pengembangan penyidikan itu. Namun, dia enggan membahas lebih lanjut. Totok hanya menyebutkan bahwa latar belakang korban penipuan memang beragam.

Berdasar data yang dikantonginya, ada juga korban tersangka yang berprofesi sebagai notaris, sekretaris kecamatan, sampai pegawai TU sekolah. Mereka berasal dari beberapa kota. Misalnya, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Kediri, dan Depok. ’’Di Madura juga ada,” ujarnya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR