Sukriansyah: Siapkan Mitigasi Meminimalisir Ketidakpuasan

Senin, 30 November 2020 07:16

Soal Restrukturisasi dan Penyelamatan Polis Jiwasraya

FAJAR.CO.ID JAKARTA– Restrukturisasi, Transfer dan Bail In adalah opsi yang paling optimal untuk penyelamatan pemegang polis demikian disampaikan oleh Direktur Utama, PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Hexana Tri Sasongko dalam rapat kordinasi yang dipimpin oleh Staf Khusus Wakil Presiden bidang Infrastrukturisasi dan Investasi, DR.Sukriansyah S. Latief di Kantor Wakil Presiden pada Rabu, 25 November 2020 lalu.

Rapat juga dihadiri oleh Indra Widjadja, Direktur Pemasaran Korporat Jiwasraya, Yulian Hadromi, Asisten Staf Khusus Bidang Investasi, Guntur Subagja, Asisten Staf Khusus bidang Ekonomi & Keuangan dan Ahmad Lutfie,Asisten Deputi Keuangan Investasi dan Badan Usaha Sekretariat Wakil Presiden.

Opsi Restrukturisasi, Transfer dan Bail In tersebut diatas diambil setelah mempertimbangkan aspek hukum, sosial, politik.

Sebelumnya diberitakan bahwa Panja Komisi VI DPR RI dan Kementerian BUMN telah menyepakati penyertaan modal negara (PMN) untuk holding asuransi yaitu PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau Indonesia Financial Group (IFG) dengan total Rp 22 triliun. PMN ini dibagi dua tahap yakni Rp 12 triliun untuk tahun anggaran 2021 dan Rp 10 triliun ditambah bunga hutang akan dimintakan dalam RAPBN tahun 2022.

Dengan menggunakan dana PMN, dana Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) Taspen, dan fundraising lainnya, IFG akan melakukan setoran modal sebanyak Rp.26,7 triliun ditahun 2021 ke anak perusahaan asuransi jiwa baru yang bernama IFG Life.

Komentar