Syamsuddin Raga: Makassar Pasar Seksi Hunian Vertikal

Senin, 30 November 2020 09:38

Hunian di Kota Makassar sudah mengarah kepada pertumbuhan secara vertikal karena untuk mencari lahan sudah sangat sulit....

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Untuk wilayah timur Indonesia, Makassar masih merupakan kota terbesar yang menjadi barometer perekonomian kota-kota di wilayah timur Indonesia. Hampir seluruh sektor terpusat di kota ini. Pendidikan, perdagangan, ekspor-impor, dan lain-lain.

Hal tersebut berbanding lurus dengan kebutuhan akan hunian di inner city (tengah kota) bagi kaum urban Makassar. Namun semakin langka ketersediaan lahan di tengah kota, membuat harga tanah meningkat signifikan.

Kondisi itu menjadi alasan mengapa hunian vertikal, rumah susun sewa (Rusunawa) atau apartemen menjadi pilihan utama bagi para profesional dan keluarga muda yang tetap ingin tinggal di dalam kota yang dekat dengan tempat kerja mereka.

Anggota DPRD Makassar dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Syamsuddin Raga memberi atensi lebih atas fenomena ini. Ia menerangkan pertumbuhan hunian di Kota Makassar sudah mengarah kepada pertumbuhan secara vertikal karena untuk mencari lahan sudah sangat sulit.

“Masyarakat harus sadar tetangga itu tidak hanya ada di kanan kiri atau depan dan belakang. Tetapi dengan adanya perda rumah susun, maka konsep berhunian diatur dalam perda ini,” katanya dalam gelaran sosialisasi penyebaran informasi dan produk hukum Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rumah Susun, di Hotel Sarison Makassar, Minggu (29/11/2020).

Sosialisasi Perda tersebut menghadirkan dua narasumber yakni, Prof Jaka Zakaria selaku staf khusus DPRD Makassar dan Syarifuddin dari Kecamatan Biringkanaya.

Bagikan berita ini:
3
8
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar