Teman Makan Teman, Terjerat Utang Bobol ATM Sahabat

Senin, 30 November 2020 09:58

MENYESAL: Terdakwa Syahrul menyesali perbuatannya di PN Surabaya. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Teman makan teman. Syahrul Arif diadili di PN Surabaya gara-gara mencuri uang di ATM milik sahabatnya. Terdakwa Syahrul Arif dituntut hukuman setahun enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa di Pengadilan Negeri Surabaya.

Syahrul dinyatakan bersalah dan melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian. Akibat perbuatannya, Achmad Kasiamin, teman satu pekerjaan, mengalami kerugian Rp 3 juta.

“Menuntut agar terdakwa dihukum selama satu tahun enam bulan penjara,” ujar Jaksa Irene di Ruang Cakra PN Surabaya.

Setelah mendengarkan tuntutan jaksa, terdakwa Syahrul memohon agar majelis hakim meringankan hukumannya. Selain itu, dia berkilah bahwa pada saat itu terpaksa mengambil uang di ATM milik temannya, Kasiamin, untuk keperluan bayar utang dan kebutuhan sehari-hari.

“Saya minta keringanan, Yang Mulia, karena saya kepala rumah tangga. Saya harus kerja membiayai keluarga,” kata Syahrul dengan nada memelas.

Namun, Jaksa Irene mengucapkan tetap pada tuntutannya. Majelis hakim lalu menutup persidangan. Sidang akan dilanjutkan pekan depan.

Ceritanya, Syahrul Arif mengambil uang lewat ATM temannya pada 2 Juni 2020 lalu. Syahrul melihat tas Kasiamin di dalam kabin kontainer yang di parkir di garasi Depo Indra Jasa Swastika (IJS), Jalan Kalianak 57 Surabaya.

Setelah Kasiamin parkir di samping truk trailer yang dia kemudikan, saksi korban tidak mengunci truknya. Kasiamin meninggalkan begitu saja tanpa curiga. Melihat situasi sepi, Syahrul mencoba masuk ke dalam truk itu. Dia melihat tas dan menemukan buku tabungan serta kartu ATM Kasiamin.

Komentar