Anggap FPI Preman, Rocky Gerung: Itu 10 Tahun Lalu, Sekarang Cocok Disebut Front Pembela Indonesia

Selasa, 1 Desember 2020 17:37

Rocky Gerung. (DOK.FAJAR)

FAJAR.CO.ID — Pengamat Politik Rocky Gerung mengaku termasuk dalah satu orang yang paling benci dengan Front Pembela Islam (FPI). Tapi itu dulu, 10 tahun yang lalu.

Rocky mengatakan bahwa dia pernah memberikan pidato kebudayaan, dia kritik habis-habisan FPI setelah adanya aksi FPI yang membubarkan pawai merah putih di Monumen Nasional (monas) Jakarta.

“10 tahun lalu saya kasih pidato kebudayaan, saya kritik habis-habisan FPI itu, masih ada jejak digitalnya itu, karena saya jengkel dengan kelakuan FPI itu. Bubarin pawai merah putih di Monas segala macam, beberapa teman saya bocor kepalanya itu,” ujar Rocky Gerung di podcast Refly Harun, Selasa (1/12).

Saat itu, Rocky Gerung menganggap bahwa FPI itu merupakan preman. “Saya dulu, anggap bahwa FPI ini preman aja itu,” ujarnya.

Akan tetapi, lambat laun FPI mulai berubah gerakannya. Tampak dilihat ketika FPI mulai terjun langsung dalam bantuan-bantuan sosial.

“Jadi orang yang jengkela kepada FPI itu dia nggak berubaha karena dia merasa ini masih 10 tahun lau. Padahal FPI sudah angkat mayat di Aceh, bantuin puing-puing (gempa) di Palu, saya lihat sendiri jejak itu,” papar Rocky Gerung.

Rocky mengatakan, seharusnya para pembenci FPI melihat arah perubahan poltik FPI saat ini. Bagi Rocky FPI saat ini bukan saja untuk membela Islam, akan tetapi Front Pembela Indonesia.

Komentar