Bidan Cantik Ayu Wulantari Lompat dari Hotel, Keluarga Duga karena Perjodohan

Selasa, 1 Desember 2020 10:47

Mendiang Ketut Ayu Wulantari semasa hidup (Instagram)

FAJAR.CO.ID, JIMBARAN – Sedikit demi sedikit, misteri penyebab tindakan bunuh diri bidan cantik yang juga selebgram bernama Ketut Ayu Wulantari ini mulai terungkap.

Bila sebelumnya polisi menyebut korban bunuh diri karena putus cinta, dari pihak keluarga menyebut Wulan melakukan tindakan itu diduga karena tak terima dijodohkan.

Sebelumnya diketahui, Wulan meninggal usai meloncat dari lantai 4 tempat ia menginap di kawasan Jimbaran, Badung.

Dari sejumlah keterangan yang dihimpun radarbali.id usai kejadian, diketahui pilihan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri tersebut memang tak lepas dari persoalan keluarga.

“Paginya saya sempat menelepon Wulan untuk minta dia pulang karena ada acara. Dia menyanggupi, namun sekitar jam sepuluhan itu saya dapat kabar kalau dia lompat dari tempat menginap,” ujar salah satu keluarga dekatnya.

Keluarga dekatnya yang enggan namanya disebutkan ini adalah salah satu paman korban sendiri. Ia membenarkan kalau memang ada persoalan keluarga sehingga Wulan kabur alias minggat dari rumah.

Menurut ceritanya, diduga mendiang Wulan ini tak terima dijodohkan oleh keluarganya. Untuk itu, ia pergi dari rumah di Perumahan Nuansa Kori, Jimbaran. Namun Wulan saat itu mengaku pergi untuk pulang ke Singaraja.

Bukannya pulang ke Singaraja, ternyata Wulan melainkan menginap di Hotel Rose In, Jimbaran. Ia check in bersama pacarnya, Febrian, sejak 5 November 2020. Namun pacarnya itu check out pada hari Jumat (20/11).

Dan kabar buruk itu tiba, di mana Wulan dikabarkan meninggal dunia setelah loncat dari lantai 4 dari tempat ia menginap, Sabtu (28/11).

Selain informasi soal perjodohan ini, pihak Polsek Kuta Selatan sebelumnya menyebut korban melakukan bunuh diri diduga karena putus cinta. Hal itu ditegaskan Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus Sooai, Sabtu (28/11). (rb/jpr/fajar)

Bagikan berita ini:
10
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar