Buru Pelaku Teror di Sigi, TNI Kirim Pasukan Khusus

  • Bagikan
Prajurit TNI mengikuti apel gelar pasukan pengamanan Pilkada serentak dan antisipasi banjir di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan siap menurunkan 15.000 personel untuk menjaga pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan antisipasi banjir di wilayah Kodam Jaya/Jayakarta. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah mengutuk keras aksi kekerasan di Sigi, Sulawesi Tengah. Untuk menangkap dan menindak tegas pelaku kekejian tersebut, TNI menurunkan pasukan khusus.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk aksi biadab yang menyebabkan empat orang meninggal dunia di Sigi, Sulawesi Tengah.

“Saya mengutuk keras tindakan-tindakan di luar batas kemanusiaan dan tidak beradab yang menyebabkan empat orang saudara-saudara kita meninggal dunia dalam aksi kekerasan yang terjadi di Kabupaten Sigi,” katanya melalui video di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan tindakan biadab itu bertujuan menciptakan provokasi dan teror di tengah-tengah masyarakat. Selain itu juga ingin merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa.

Karenanya, Jokowi memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan pelaku dan membongkar sampai ke akarnya. Kapolri bersama Panglima TNI diminta juga untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak ada tempat di Tanah Air kita ini bagi terorisme. Terakhir saya minta kepada seluruh masyarakat di seluruh pelosok tanah air agar semuanya tetap tenang dan menjaga persatuan namun tetap waspada. Kita semua harus bersatu melawan terorisme,” tegasnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto merespon perintah Jokowi dengan langsung mengirimkan pasukan khusus untuk mengejar pelaku yang diduga anggota Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

  • Bagikan