PA 212 Ancam Kerahkan Massa, Brigjen Awi Setiyono: Negara Tak Boleh Kalah Premanisme

ILUSTRASI-- massa pa 212

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pernyataan tak kalah keras dilontarkan Mabes Polri terkait rencana massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang berencana mengepung Polda Metro Jaya (PMJ).

Hal itu dilakukan PA 212 menanggapi pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait kerumunan di Petamburan.

Terkait rencana pengepungan PMJ oleh PA 212 itu, Mabes Polri pun menanggapinya dengan santai.

Akan tetapi, ada pesan tegas yang disampaikan melalui Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono.

Awi menegaskan, bahwa negara tidak akan tinggal diam dan membiarkan aksi premanisme terjadi.

Semua warga negara, tanpa terkecuali, harus tunduk kepada hukum yang berlaku.

“Yang jelas, negara tak boleh kalah dengan premanisme, itu saja jawabannya saya,” tegasnya kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Ditanya lebih detil terkait jawaban itu, Awi enggan memberikan penjelasan panjang.

“Nanti kami lihat perkembangannya,” sambungnya.

Pun demikian dengan tindakan yang akan dilakukan jika benar massa PA 212 menggeruduk PMJ.

Hanya saja, Awi menyatakan pihaknya akan melakuka pemanggilan ulang jika memang Rizieq Shihab mangkir dari pemanggilan.

“Akan dipanggil ulang, jika nggak datang,” tandasnya.

Untuk diketahui, rencana pengepungan PMJ itu disampaika Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin, kemarin.

Novel menyatakan, akan mengerahkan massa PA 212 untuk mengawal Imam Besar FPI itu jika benar memenuhi panggilan penyidik PMJ.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR