Ramai Azan Jihad, Ketua MUI: Nabi SAW Tak Pernah Mengubah Redaksi Azan, Bahkan saat Perang pun

Selasa, 1 Desember 2020 10:08

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Foto NU

Dari Nafi’ bahwa Ibnu Umar pernah mengumandangkan azan shalat di malam yang sangat dingin dan berangin kencang.

“Maka dalam azannya ia mengucapkan: ‘Alaa sholluu fir rihaal (Ingatlah shalat-lah kalian di persinggahan?) kemudian katanya; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah memerintahkan mu’adzinnya setelah adzan jika malam sangat dingin dan terjadi hujan lebat untuk mengucapkan; ‘Alaa shalluu fir rihaal (Ingatlah shalat-lah kalian di persinggahan?)”

“Selain urusan shalat itu, Nabi SAW tak pernah mengubah redaksi azan. Bahkan saat perang pun tak ada redaksi azan yang diubah,” bebernya.

Karena itu, ia berharap masyarakat agar tidak mengubah azan yang sudah baku dalam Islam.

Ia juga menegaskana, bahwa panggilan jihad tak perlu dilakukan melalui azan.

Jihad, sambungnya, bukan hanya berkonotasi perang secara fisik saja, tapi juga dalam memantapkan iman dan penguatan umat Islam.

“Dan saya berharap masyarakat tenang dan tak perlu resah dan jangan sampai terprovokasi untuk melakukan kekerasan dan kerusuhan,” tandasnya.

Sebuah video berisi azan memanggil jihad ‘hayya alal jihad’ di Bogor dan Petamburan, viral di media soaial.

Front Pembela Islam (FPI) membenarkan adanya seruan jihad tersebut.

Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengatakan seruan untuk jihad itu tidak hanya di Petamburan, Jakarta Pusat, tapi juga di beberapa tempat lain.

SPONSORSHIP

Komentar


VIDEO TERKINI