Ramai Azan Jihad, Ketua MUI: Nabi SAW Tak Pernah Mengubah Redaksi Azan, Bahkan saat Perang pun

Selasa, 1 Desember 2020 10:08

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Foto NU

“Iya benar. Macam-macam itu di mana-mana, ada di Petamburan, ada di Bogor,” kata Aziz saat dihubungi wartawan, Senin (30/11/2020).

Menurut Aziz, hal itu wajar-wajar saja karena menilai seruan itu sebagai bentuk respons para pengikut HRS yang dinilai sebagai sebuah kezaliman.

“Saya rasa itu wajar, karena masyarakat melihat ketidakadilan melihat kezaliman luar biasa kepada ulama dan habaib karena tidak sepaham dengan pemerintah,” kata Aziz Yanuar.

Aziz Yanuar kemudian menyinggung kesetaraan di mata hukum.

Menurutnya, aparat berlaku tidak adil dengan memeriksa Habib Rizieq soal kerumunan di Petamburan, sementara kerumunan di lokasi lain tak diproses.

“Kan seharusnya tidak seperti itu, masyarakat kan diajarin pemerintah demokrasi Pancasila seperti apa menghargai pendapat, keadilan dan kesetaraan di depan hukum. Tapi pemerintah dan aparat keamanan diduga memperlihatkan hal sebaliknya,” tuturnya.

“Ya wajar kalau rakyat marah, makanya saya memiliki pandangan perlakukan hukum dengan baik sesuai asas-asas keadilan,” sambungnya. (pojoksatu/fajar)

Komentar