Ramai Azan Jihad, Ketua MUI: Nabi SAW Tak Pernah Mengubah Redaksi Azan, Bahkan saat Perang pun

Selasa, 1 Desember 2020 10:08

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Foto NU

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis angkat bicara terkait adzan jihad yang ramai di media sosial.

Ia menegaskan, adzan sejatinya adalah panggilan untuk memberitahu waktu shalat dan melakukan shalat jamaah di masjid.

Hal itu disampaikan Cholil Nafis melalui akun media sosialnya, Senin (30/11) malam seperti dikutip PojokSatu.id.

“Redaksi azan itu tidak boleh diubah menjadi ajakan jihad karena itu ibadah yang sifatnya tauqifi atau langsung dari syariat,” tegasnya.

Akan tetapi ia juga membenarkan ada syariat yang memang menganjurkan azan selain untuk memberitahu waktu shalat.

“Seperti sunnah mengazani anak yang baru lahir atau saat jenazah diturunkan ke liang kubur,” terangnya.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, pernah dilakukan penambahan atau perubahan redaksi azan.

Akan tetapi, hal itu dilakukan lantaran ada udzur yang menghalangi masyarakat datang ke nasjid.

“Seperti hujan deras dan angin kencang. Azan diubah dengan pemberitahuan dalam redaksi azannya bahwa masyarakat diminta untuk shalat di rumahnya,” jelasnya.

Diriwayatkan Imam Buchori dalam hadist:

‎روى البخاري (666) ، ومسلم (697) عَنْ نَافِع ، قَالَ : ” أَذَّنَ ابْنُ عُمَرَ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ بِضَجْنَانَ ، ثُمَّ قَالَ : صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ ، فَأَخْبَرَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ مُؤَذِّنًا يُؤَذِّنُ ، ثُمَّ يَقُولُ عَلَى إِثْرِهِ : ” أَلاَ صَلُّوا فِي الرِّحَالِ ” فِي اللَّيْلَةِ البَارِدَةِ ، أَوِ المَطِيرَةِ ، فِي السَّفَرِ .

Dari Nafi’ bahwa Ibnu Umar pernah mengumandangkan azan shalat di malam yang sangat dingin dan berangin kencang.

“Maka dalam azannya ia mengucapkan: ‘Alaa sholluu fir rihaal (Ingatlah shalat-lah kalian di persinggahan?) kemudian katanya; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah memerintahkan mu’adzinnya setelah adzan jika malam sangat dingin dan terjadi hujan lebat untuk mengucapkan; ‘Alaa shalluu fir rihaal (Ingatlah shalat-lah kalian di persinggahan?)”

“Selain urusan shalat itu, Nabi SAW tak pernah mengubah redaksi azan. Bahkan saat perang pun tak ada redaksi azan yang diubah,” bebernya.

Karena itu, ia berharap masyarakat agar tidak mengubah azan yang sudah baku dalam Islam.

Ia juga menegaskana, bahwa panggilan jihad tak perlu dilakukan melalui azan.

Jihad, sambungnya, bukan hanya berkonotasi perang secara fisik saja, tapi juga dalam memantapkan iman dan penguatan umat Islam.

“Dan saya berharap masyarakat tenang dan tak perlu resah dan jangan sampai terprovokasi untuk melakukan kekerasan dan kerusuhan,” tandasnya.

Sebuah video berisi azan memanggil jihad ‘hayya alal jihad’ di Bogor dan Petamburan, viral di media soaial.

Front Pembela Islam (FPI) membenarkan adanya seruan jihad tersebut.

Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengatakan seruan untuk jihad itu tidak hanya di Petamburan, Jakarta Pusat, tapi juga di beberapa tempat lain.

“Iya benar. Macam-macam itu di mana-mana, ada di Petamburan, ada di Bogor,” kata Aziz saat dihubungi wartawan, Senin (30/11/2020).

Menurut Aziz, hal itu wajar-wajar saja karena menilai seruan itu sebagai bentuk respons para pengikut HRS yang dinilai sebagai sebuah kezaliman.

“Saya rasa itu wajar, karena masyarakat melihat ketidakadilan melihat kezaliman luar biasa kepada ulama dan habaib karena tidak sepaham dengan pemerintah,” kata Aziz Yanuar.

Aziz Yanuar kemudian menyinggung kesetaraan di mata hukum.

Menurutnya, aparat berlaku tidak adil dengan memeriksa Habib Rizieq soal kerumunan di Petamburan, sementara kerumunan di lokasi lain tak diproses.

“Kan seharusnya tidak seperti itu, masyarakat kan diajarin pemerintah demokrasi Pancasila seperti apa menghargai pendapat, keadilan dan kesetaraan di depan hukum. Tapi pemerintah dan aparat keamanan diduga memperlihatkan hal sebaliknya,” tuturnya.

“Ya wajar kalau rakyat marah, makanya saya memiliki pandangan perlakukan hukum dengan baik sesuai asas-asas keadilan,” sambungnya. (pojoksatu/fajar)

SPONSORSHIP

Komentar


VIDEO TERKINI