Amankan Pilkada, 62 Personil Brimob Dikirim ke Gowa

Rabu, 2 Desember 2020 16:41

FAJAR.CO.ID, GOWA – Sebanyak 62 anggota dari Satuan Brimob Polda Sulsel tiba di halaman Polres Gowa, Sungguminasa, Rabu (2/12/2020).

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, mengatakan, pengerahan Brimob Polda Sulsel sudah yang kesekian kali di setiap jelang pemilihan di Butta Bersejarah ini.

“Harapan, sedini mungkin segala ancaman yang dapat mengganggu Kamtibmas. Khususnya pada pelaksanaan pemungutan suara dapat diantisipasi, sekaligus untuk mensukseskan Pilkada ini,” katanya kepada wartawan.

Pasukan Brimob yang datang pun tampak sangat gagah berani. Mereka berseragam hitam dan menenteng senjata laras panjang, untuk mencegah serangan massa pada 9 Desember mendatang.

Kedatangan Satuan Brimob Polda Sulsel disambut langsung oleh Kapolres Gowa, AKBP Budi Susanto. Perwira dua melati ini menekankan kepada para pasukan untuk mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Dalam melaksanakan tugas pengamanan di Gowa, tetap mengedepankan SOP, dalam bertindak dan tidak under estimate dalam menilai perkembangan situasi yang ada,” tegasnya.

Mantan Kapolres Pare-pare ini berharap tidak ada gesekan antara kedua kubu. Baik antara pendukung pasangan calon Adnan-Kio dan Kotak Kosong (Koko).

“Saya harap dengan adanya bantuan perkuatan dari Brimob ini akan memberi rasa aman kepada seluruh masyarakat di Gowa. Baik saat ini hingga pasca pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020 mendatang,” tegasnya.

Padahal sebelumnya, aksi perobekan APK milik relawan Koko dirusak oleh OTK. Mereka menduga, ada pihak yang risih dengan kampanye Koko di Gowa.

Beberapa kalimat ajakan memilih Koko di baliho itu dalam musim kampanye Pilkada 2020 ini dalam keadaan rusak dan menggantung.

Para relawan Koko mengaku heran, lantaran beberapa baliho lain di sekitarnya dalam kondisi baik-baik saja.

Pihaknya pun menggandeng sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempar Indonesia Sulsel, untuk mengusut siapa pelaku perusakan itu yang ia sebut sebagai Orang Tak Kenal (OTK).

“Relawan Koko meminta LSM Gempar Indonesia Sulsel untuk melakukan pendampingan dan investigasi, terkait provokator yang diduga ingin merusak suasana demokrasi dengan melakukan intervensi eksistensi baliho koko,” kata relawan Koko, Nursalim. (Ishak/fajar)

Komentar