Azan Jihad, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah: Kondisi Negara Tidak dalam Keadaan Perang

Rabu, 2 Desember 2020 08:53

Azan diubah jadi seruan jihad, hayya alal jihad

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto ikut angkat bicara terkait azan jidah dengan menyelipkan kalimat ‘hayya alal jihad’.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan orang-orang dalam video yang viral itu sebagai bentuk frustasi.

Sosok yang akrab disapa Cak Narto ini menyebut, mereka frustasi karena terindikasi tidak mampu menjalani hidup.

Dijelaskan Cak Nanto, agama yang seharusnya jadi fondasi kekuatan mental justru akan menjadi mengerikan saat di tangan orang frustasi.

“Agama yang harusnya menjadi pondasi kekuatan mental dalam menjalani hidup ini dengan penuh kebahagiaan memberikan, kemudian berubah sesuatu yang mengerikan ditangan orang frustasi,” ujarnya kepada RMOL, Selasa (1/12).

Terkait dengan tambahan bacaan ‘hayya alal jihad’, Cak Nanto menegaskan bahwa hal itu tidak ada dalilnya dalam agama.

Termasuk petuah dari para pakar hukum Islam atau ulama.

“Tujuan orang yang mengumandangkan azan dengan bacaan ‘hayya alal jihad’ dapat dikategorikan sebagai penistaan agama,” tegasnya.

“Kondisi Negara kita tidak dalam keadaan perang, maka tidak alasan ajakan jihad itu dikumandangkan,” demikian kata Cak Nanto.

Ia mendesak aparat kepolisian bergerak cepat menindak kelompok tersebut.

Selain itu, pemerintah juga harus berupaya agar video itu tidak tersebar luas.

“Tapi apapun itu, pihak penegak hukum harus bergerak cepat menindak kelompok-kelompok itu, perilkau mereka sudah sangat meresahkan,” pungkasnya.

Bagikan:

Komentar