Dua ASN Pemkot Makassar Dinyatakan Tidak Netral Belum Dapat Sanksi, Rudy Mengaku Belum Terima Surat

Rabu, 2 Desember 2020 11:39

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin hingga kini belum juga memberikan sanksi terhadap dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot yang dinyatakan melanggar kasus netralitas.

Rudy mengaku belum menerima surat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sehingga dirinya belum memberikan sanksi.

“Rekomendasi KASN itu harus kota jalankan. Kita sementara kaji itu. Tapi terus terang surat resminya belum saya terima,”ungkapnya saat ditemui, Selasa (1/12/2020).

Menurut Rudy, apapun rekomendasi KASN harus dijalankan. Tetap harus melalui kajian terlebih dahulu sebelum menentukan sanksi yang cocok sehingga bisa tepat sasaran.

“Kalau itu sudah sampai tentu itu akan melalui tahapan kajian, kemudian sanksi apa yang tepat untuk menerjemahkan rekomendasi KASN tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, KASN sendiri telah mengirimkan dua surat rekomendasi sanksi kepada Pemkot Makassar untuk selanjutnya memberi sanksi terhadap kedua pejabatnya. Surat ini diketahui diterbitkan KASN pada tanggal 24 November.

Kedua pejabat tersebut diberikan sanksi berbeda, Sulpiah dijatuhkan sanksi hukuman disiplin sesuai ketentuan pasal 9 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010. Sementara Fadly Wellang diberi sanksi moral berupa pernyataan secara terbuka sebagaimana yang tertuang dalam pasal 15 PP Nomor 42 Tahun 2004.

Dari surat yang diterima, pelanggaran yang dilakukan oleh Camat Mamajang, Fadly Wellang ialah karena menyukai atau like status mengenai salah satu paslon wali kota di akun Facebook miliknya. Dan juga memposting gambar paslon.

Komentar