Gunung Semeru Muntahkan Lahar, Alat Berat dan Truk Tertimbung

Rabu, 2 Desember 2020 11:24

SEMBURAN VULKANIS: Kepulan asap akibat aktivitas Gunung Semeru membubung tinggi. Ratusan orang dari enam desa di Lumajang dievakuasi. (SUGIRI/JAWA POS RADAR SEMERU)

FAJAR.CO.ID, LUMAJANG — Suara menggelegar dari arah Gunung Semeru memecah keheningan malam di Curah Kobokan, Lumajang. Tak lama kemudian, terdengar teriakan yang meminta semua orang menyingkir. Hasan, penambang pasir di Curah Kobokan, terkejut bukan main.

Bersama teman-temannya, dia bergegas menyelamatkan diri.

“Tidak ada korban. Semua selamat,” ujar Hasan kepada Jawa Pos Radar Jember kemarin. Namun, Hasan tak sempat menyelamatkan alat-alat berat di lokasi penambangan. Akibatnya, satu unit backhoe dan dua truk terkubur lahar serta material vulkanis. Menurut Hasan, di daerah lain ada puluhan truk dan alat berat yang juga tertimbun.

Erupsi Gunung Semeru memang makin mengkhawatirkan. Guguran material vulkanis terus bertambah. Warga yang tinggal di sekitar gunung mulai mengungsi. Dalam sehari kemarin, banjir lahar panas menerjang kawasan Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, sampai dua kali. Lahar panas pertama datang sekitar pukul 02.00 dan kedua pukul 05.15.

Banjir lahar panas susulan yang menerjang memang tidak begitu besar. Namun, hal tersebut justru pertanda bahaya. Karena itu, kewaspadaan di sekitar gunung harus ditingkatkan. Petugas Pos Pantau Gunung Semeru Mukdas Sofyan menyatakan, tingkat kerawanan akan bertambah ketika terjadi letusan susulan. Namun, hingga tadi malam, letusan kedua belum terjadi. Banjir susulan lahar panas di Curah Kobokan adalah sisa dari letusan pertama.

Komentar