Makassar Terancam Kembali Zona Merah Covid-19, Prof Tasrief: Pembatasan Sosial Mutlak Dilakukan

Rabu, 2 Desember 2020 14:27

Guru Besar Fisika Teoretik FMIPA Universitas Hasanuddin, Prof. Tasrief Surungan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Status zona oranye yang disandang Kota Makassar dalam penyebaran Covid-19 kini terancam. Berpotensi kembali ke zona merah. Hal itu dikarenakan terjadi lonjakan kasus dalam sepekan terakhir. Diduga akibat libur panjang akhir bulan lalu.

Guru Besar Fisika Teoretik FMIPA Universitas Hasanuddin, Prof. Tasrief Surungan mengatakan di tengah belum adanya vaksin, pengendalian pandemik itu sepenuhnya bergantung pada pembatasan sosial, dari skala kecil hingga besar.

Sebagaimana dipahami, pada gelombang pertama, Pandemik ini terdeteksi masuk ke tanah air pada sekitar bulan Maret 2020. Beberapa bulan sebelumnya, yakni sekitar Desember 2019 wabah ini telah melanda Wuhan, China. Lalu beberapa negara Eropa pada bulan Januari-Mei, yang puncaknya sekitar Maret April.

“Gelombang ini mirip, bahkan datang lebih awal, sebab pada November tahun ini sejumlah negara Eropa sudah mulai melakukan pembatasan sosial skala besar lockdown). Contohnya, Inggris Perancis dan Jerman dan beberapa negara lain,” terang Prof. Tasrief Surungan kepada fajar.co.id, Rabu (2/12/2020).

Parahnya, lanjut Tasrief, rekor terbaru dalam penambahan jumlah kasus Covid-19 secara nasional dalam dua hari terakhir, masing-masing 5.000 kasus lebih pada 28 November dan 6.000 lebih pada 29 November jelas menunjukkan fenomena osilasi, bahkan aplitudonya (jumlahnya) semakin besar.

“Pertanyaannya tentu, apa yg harus dilakukan masyarakat (pemerintah)? Frase kuncinya, tidak boleh lengah dan tidak boleh bosan. Terutama juga, karena kita sedang masuk musim dingin (hujan),” jelasnya.

Bagikan berita ini:
6
6
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar