Muncul ke Publik, HRS Bantah Revolusi Akhlak untuk Turunkan Jokowi

Rabu, 2 Desember 2020 17:17

Habib Rizieq Shihab. (int)

Menurut Rizieq mengkritik pemerintah bukalah bagian dari makar ataupun pemberontakan. Kritikan terhadap pemerintah semata-mata untuk perbaikan ke depannya. ’’Mengkritik pemerintahan yang sah itu bukan makar, mengkritik pemerintahan yang sah itu bukan pemberontakan. Ini yang perlu saya jelaskan kita mengajak orang untuk berbuat baik, termasuk para penguasa dan pemerintah ayo kita berbuat baik,’’ ungkapnya.

Rizieq berujar terjadinya pemberontakan apabila adanya pembantaian kepada tokoh-tokoh agama. Namun di era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin ini tidak terjadi hal tersebut. ’’Tidak boleh kita melakukan pemberontakan, kecuali dalam konteks para habaib, ulama, umat Islam dibantai terjadi pembunuhan itu dalam konteks bela diri, dalam hukum agama dan hukum international itu dibenarkan, semoga itu tidak terjadi di NKRI,’’ tuturnya.

Untuk terwujudnya revolusi akhlak, kata Rizieq, semua komponen bangsa harus bersama-sama terlibat untuk berdialog dan membuka diri, tanpa saling menyalahkan.

“Jadi untuk menuju ke arah ini kita harus buka pintu dialog, kita harus siap mengkritik dan kita juga harus siap dikritik, jangan merasa paling benar sendiri, paling suci sendiri, tidak ada yang maksum di antara kita, jika ini ada kelalaian, kita saling koreksi,’’ ucapnya. (JPC)

Bagikan berita ini:
4
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar