Rumah Ibunda Mahfud MD Digeruduk di Madura, Denny Siregar Sebut Bego, Mahdi al-Habsyi: Bukan FPI

Rabu, 2 Desember 2020 09:16

Massa menggeruduk rumah ibunda Mahfud MD di Pamekasan, Madura, Jawa Timur

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial Denny Siregar ikut mengomentasi aksi penggerudukan rumah ibunda Mahfud MD di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Aksi itu dilakukan puluhan massa usai menggelar aksi menolak pemeriksaan polisi terhadap Habib Rizieq Shihab.

Denny Siregar pun mempertanyakan alasan massa yang melakukan penggerudukan kediaman ibunda Menko Polhukam itu.

Menurutnya, aksi tersebut bak jauh panggang dari api.

“Kok bego ya mereka?” cuitnya, Selasa (1/12/2020) sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

Denny menilai, aksi itu jelas-jelas salah sasaran dan sama sekali tidak ada hubungan sama sekali.

Pasalnya, Mahfud MD tidak tinggal di rumah tersebut.

“Pak @mohmahfudmd kan di Jakarta,” tandasnya.

Sementara, Mahfud MD bereaksi keras atas penggerudukan rumah yang ditinggali oleh ibundanya, Selasa (1/12/2020) siang.

Yang membuat Mahfud tak terima adalah, di rumah itu tinggal ibunya yang sudah berusia 90 tahun.

Melalui akun Twitter pribadinya, Mahfud mengaku bahwa selama ini dirinya selalu berusaha menghindari menindak orang yang menyerang pribadinya

Alasannya, ia khawatir akan menyahgunakan jabatan dan kekuasaan.

“Khawatir egois dan sewenang-wenang karena saya punya jabatan,” tulisnya, Selasa (1/12) malam sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

Mahfud pun menyatakan akan selalu siap bersikap tegas untuk kasus lain yang bersifat kenegaraan.

Akan tetapi, perisitiwa yang dialami ibunya itu dinilai Mahfud sudah melewati batas.

Ia menganggap bahwa yang dilakukan ratusan massa itu jelas-jelas sebuah persekusi kepada ibunya yang sudah berusia 90 tahun.

Mahfud pun menyelipkan pesan implisit dalam kalimat penutup cuitannya itu.

“Tapi kali ini mereka mengganggu ibu saya, bukan mengganggu Menko Polhukam,” tegasnya.

Sementara, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur, Mahdi al-Habsyi membantah organisasinya menggeruduk rumah Mahfud MD.

Ia menyatakan, tidak ada laporan dari FPI Pamekasan soal itu.

“Ini tidak benar, sebab tidak ada laporan ke jajaran pimpinan FPI Jawa Timur. Yang saya tahu itu dari masyarakat, bukan FPI,” kata Mahdi saat dihubungi. (pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
3
5
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar