Akademisi Unismuh: Warga Makassar Takkan Pilih Paslon yang Pertontonkan Gesekan dan Kekerasan

Kamis, 3 Desember 2020 13:30

Akademisi Universitas Muhammadiyah Makassar, Ismail

Kedua paslon ini, Ismail mengungkapkan berpeluang ‘dihukum’ oleh warga Makassar karena sikap kandidat dan timnya yang terus mempertontonkan gesekan dan kekerasan. Dalam debat dua kali debat publik misal, kedua paslon ini terus saling serang dan menjatuhkan rivalnya, sehingga kurang fokus pada eksplorasi program.

Di tataran akar rumput, dia melihat tim dan pendukung kedua paslon pun sibuk saling cemooh. Gesekan tidak terelakkan, khusus di dunia maya. Bahkan, sempat ada kejadian, pendukung paslon nomor urut 1 menikam pendukung paslon nomor urut 2 di sekitar arena debat di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Kalau itu terus berlanjut, bisa saja paslon tersebut akan ‘dihukum’ warga Makassar dengan tidak memilihnya. Ya itu mungkin saja terjadi karena warga, khususnya pemilih cerdas dan rasional tidak pernah suka dengan paslon yang hanya mempertontonkan gesekan dan kekerasan. Itu hanya menimbulkan antipati pemilih,” ucap alumni Pascasarjana UNM ini.

Bila itu terjadi, Ismail melanjutkan tentunya yang paling diuntungkan adalah dua paslon lain, masing-masing paslon nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN) dan paslon nomor urut 4, Irman Yasin Limpo-Zunnun Nurdin (IMUN). Musababnya, selain dukungan dari basis massa, mereka berpeluang menerima limpahan suara dari warga yang mengalihkan dukungan dari dua paslon lain. (*)

Komentar


VIDEO TERKINI