Alfian Mallarangeng: Hasil Survei, Ada yang Mati Angin, Ada Dapat Angin

Kamis, 3 Desember 2020 16:16

Andi Alfian Mallarangeng

Bukan hanya untuk pemilu. Tapi juga untuk mengukur popularitas seorang pemimpin.

“Misalnya saat saya memdampingi Presiden SBY, waktu menaikkan harga BBM, presiden melakukan survei bagaimana tingkat kepercayaan masyarakat terhadap presiden. Dari hasil itu dicarikan solusi, misalnya diberikan BLT. Dengan demikian rakyat miskin tidak terlalu diberatkan dengan kenaikan BBM tersebut,” ungkap Alfian.

Alfian menegaskan, dengan survei silahkan masing-masing kandidat mengatur strategi. Yang menang survei jangan juga berpuas diri karena jarak antara pengambilan polling dengan hari H pemilu itu ada jeda.

“Tidak usah risau dengan hasil survei. Atur strategi saja, bekerja yang keras saja. Karena jangan lupa, ada juga yang namanya sampling error,” jelasnya.

Ada juga hasil survei yang naik turun. Kalau yang sudah turun biasanya turun terus, kalau sudah naik, maka naik terus. Bagaimana fenomena crossing tersebut?

Kata Alfian, itu adalah momentum. Tidak bisa digenerelasasi. Tergantung dari usaha masing-masing kandidat memanfaatkan momentum. Karena tergantung upaya kerja-kerja di lapangan.

“Yang penting jangan menggunakan politik uang. Karena bisa merusak trend survei. Itulah tugas Bawaslu memantau siapapun. Survei hanya menangkap saja. Terakhir nanti waktu quick count,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada perbedaan mendasar atau survei dengan quick count. Survei pada dasarnya menanyakan presepsi, jika quick count mengukur hasil akhir. Tapi tetap juga ada margin errornya. Karena terkadang berbeda dengan manual count.

Komentar