Demokrasi Era Soeharto, Habibie, SBY, hingga Jokowi, Ini Perbandingan Dipo Alam

Kamis, 3 Desember 2020 10:15

Mantan Seskab Dipo Alam. Foto: tangkapan layar Hersubeno Point di YouTube

Saat ini, kata Dipo Alam, masyarakat dipaksa untuk bersabar menghadapi pemerintah. Semua kebijakan tidak bisa dikritisi berlebihan karena pasti akan dikaitkan dengan pasal dan undang-undang karet.

“Habib Rizieq Shihab saja bisa bersabar, saya juga harus sabar karena saya lebih tua dari beliau. Saat ini kita semua harus bersabar menghadapi pemerintah, cuma sampai kapan? Saya yakin kalangan mahasiswa, cendekiawan, akademisi, tokoh-tokoh masyarakat tidak akan diam melihat situasi yang terjadi sekarang,” bebernya.

Di era SBY, lanjutnya, bagi para pengkritisi dilakukan pendekatan persuasif.Diajak dialog dan dijelaskan maksud pemerintah sebenarnya. Bukan malah dilaporkan ke polisi atau dikerasi.

Dipo Alam mengaku saat menjadi seskab sering melakukan pendekatan persuasif itu tanpa sepengetahuan SBY. Sebab, dia tahu apa yang disangkakan para pengkritisi itu tidak tepat sehingga mereka harus diberikan informasi yang benar.

“Bukannya saya membela SBY tetapi SBY pernah sekali melaporkan sendiri kasus penghinaan terhadap dirinya ke polisi. SBY datang sebagai warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan hukum dan bukan datang melapor sebagai presiden,” tandas Dipo Alam. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
10
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar