Disdik Sulsel Wajibkan Ada Area Berbahasa Inggris di SMK

Kamis, 3 Desember 2020 20:40

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Muhammad Jufri

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan semakin gencar untuk menekankan penjamin mutu pendidikan. Salah satunya kemampuan berbahasa Inggris.

Apalagi memasuki tahun 2021, yang kedepan akan kembali dilakukan sekolah tatap muka. Untuk itu disdik mengajak beberapa sekolah untuk bisa mempermantap hal tersebut.

Untuk itu Disdik menggandeng Briton English Education Cambridge Representative untuk bisa melatih semua sekolah SMK yang ada di Sulsel. Khususnya untuk siswa Kejuruan lingkup cabang Dinas pendidijan wilayah II Makassar Gowa.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Muhammad Jufri mengatakan Disdik berharap ada area khusus yang bisa ditempati belajar berbahasa Inggris. Dari delapan standar kemajuan pendidikan, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) salah satunya yang bisa meningkatkan standar mutu.

Diantaranya kata dia dengan meningkatkan kompetensi berbahasa asing.Apalagi bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tantangannya harus bisa fasih berbahasa Inggris.

“Pasalnya kedepan sebagai alumni kejuruan, bahasa Inggris menjadi satu nilai tambah untuk pekerjaan apapun,”ucapnya.

Lanjut mantan Dekan Fakultas Psikologi UNM ini mengatakan. Tetapi sebelum di tekankan kepada siswa, terlebih dahulu guru yang dilatih. Ini supaya kedepan guru juga bisa ikut berkompetensi dalam mengajar.

“Selain standar 40 jam pembelajaran persemester, Disdik Sulsel mau kini ada tambahan jam untuk belajar bahas Inggris tiap hari,”tuturnya.

Ketua MKKS SMK se Sulsel, Andi Umar Patta mengatakan salah satu tujuan SMK mengapa diwajibkan fasih berbahasa Inggris memasuki 2021. Pasalnya selain untuk meningkatkan kompetensi berbahasa asing, juga merupakan tuntutan di era globalisasi.

Apalagi kata Andi Umar, SMK marketnya bukan cuma di dalam negeri tetapi juga ada perusahaan dari luar negeri. Tentunya untuk bekerja diluar, mewajibkan fasih berbahasa Inggris.

“Kami usahakan guru dan kepala sekolah SMK duluan yang menjalankan, diusahakan januari. Meski lewat aplikasi tetapi ini di rintis dari Cambride dan metode pendekatannya juga mudah,”tuturnya saat ditemui FAJAR di SMK 6 Makassar.

Director of Briton English Education Cambridge Representative, Sirajuddin Tenri mengatakan sebelum siswa di standarkan, guru-guru yang harus di tes terlebih dahulu agar memiliki kualifikasi mengajar.

Pembelajarannya kata dia menggunakan Briton digital learning – Powered By Novo Learning atau aplikasi berbentuk digital book. Aplikasi ini berfungsi sebagai seorang guru, yang akan membimbing pembelajaran. Pembelajarannya juga sesuai standar Internasional dari Cambridge.

“Target kami kedepan yang diberikan dari Disdik yaitu bagaimana mengubah regenerasi untuk bisa terpilih bekerja dan punya pembeda atau kompetensi berbahasa Inggris,”ucapnya.(wis)

Komentar