Henry Yosodiningrat: Rizieq Tidak Kebal Hukum

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah tiba di markas FPI Petamburan sekitar pukul 13.20 WIB. Kedatangan Rizieq dari Arab Saudi disambut ribuan massa dari Bandara Soekarno-Hatta, hingga ke Petamburan. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Polisi diminta menindak tegas pihak manapun yang melawan hukum atau berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Hal itu disampaikan anggota DPR Henry Yosodiningrat merespons ancaman-ancaman dari pendukung Rizieq Shihab terhadap penegak hukum.

Henry mengatakan polisi bekerja dilindungi undang-undang, sehingga tidak perlu takut dengan ancaman-ancaman yang disampaikan baik oleh perorangan maupun kelompok.

“Kalau pendukung menghalang-halangi, itu berarti mengacak-acak sistem hukum yang berlaku dan penegak hukum. Negara tak boleh kalah dengan ancaman sekelompok orang yang radikal-radikal seperti itu, yang memaksakan kehendak,” tegas Henry di Jakarta.

Pada, 1 Desember lalu pendukung Rizieq Shihab mengancam akan menggeruduk Markas Polda Metro Jaya jika Rizieq diperiksa terkait kasus membuat kerumunan di masa pandemi Covid-19. Pendukung Rizieq juga menghalangi polisi masuk ke kawasan kediaman imam besar FPI itu di Petamburan.

Tak hanya itu, massa pendukung Rizieq juga menggeruduk kediaman orang tua Menko Polhukam Mahfud MD di Madura. Aksi-aksi seperti itu dikhawatirkan mengganggu ketertiban umum dan berpotensi menciptakan konflik sosial.

Henry menegaskan di negara hukum tidak boleh ada seseorang atau kelompok yang menghalang-halangi proses penegakan hukum.

Polisi bekerja sama dengan TNI harus mampu mengadang aksi massa yang menebar ancaman dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Jika tidak, akan menjadi preseden buruk.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR