Jepang Bakal Larang Penjualan Mobil Bermesin Konvensional, Ganti dengan Kendaraan Listrik

Kamis, 3 Desember 2020 21:53

Ilustrasi mobil listrik. (int)

Hal ini merupakan bagian dari target untuk menjual 5,5 juta kendaraan berlistrik secara global pada tahun 2025 nanti. Seperti diketahui tahun ini, Toyota tercatat mulai menjual lebih dari 10 model kendaraan dengan tenaga listrik. Mampu menyumbang 40% dari seluruh penjualan mobil dengan tenaga listrik Toyota dan Lexus di Jepang.

Sedangkan merek Nissan juga menggejot porsi penjualan mobil hybrid dan listrik buatannya dari 30% dari total penjualannya di Jepang saat ini, menjadi 60% pada tahun 2023 nanti. Bahkan saat ini, Nissan hanya menawarkan mobil kompak Nissan Note yang baru saja diluncurkan dan mulai dipajang di showroom bulan ini, dalam versi hybrid saja.

Tak berbeda jauh dengan merek Honda yang juga menetapkan target untuk membuat dua pertiga dari semua penjualan kendaraan bermotor roda empat buatannya adalah varian berlistrik. Tahun ini, Honda bahkan telah mulai menjual mobil listrik murni besutannya, Honda e.

Sebagai informasi, sepanjang 2018 kendaraan bermotor menyumbang 6% dari total emisi karbon di Jepang. Sementara emisi gas buang dari pesawat, kapal, dan kereta api secara total menyumbang kurang lebih 3% .

Padahal, Undang-undang Konservasi Energi yang berlaku di Negeri Matahari Terbit ini telah mengatur efisiensi bahan bakar kendaraan. Pemerintah Jepang telah mewajibkan produsen mobil untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar produknya hingga 30% pada akhir tahun fiskal 2030 nanti. (JPC)

Bagikan berita ini:
10
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar