Minta Ketemu Kadisos, Demo Dugaan Penimbunan Sembako Diwarnai Kericuhan

Kamis, 3 Desember 2020 16:47

Mereka mempertanyakan soal dugaan penimbunan sembako yang seharusnya disalurkan ke masyarakat sejak bulan Juli, September, dan Oktober, justru disalurkan sebulan jelang Pilkada 2020 ini.

Muncul dugaan, Syamsuddin dianggap terlibat politik dan hendak menguntungkan salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati saat ini.

“Sembako yang harusnya dibagikan di tahap 1 pada Juli, tahap 2 pada September, dan tahap 3 pada Oktober 2020, justru ditunda dan dibagikan pada 16 November lalu,” kata massa aksi dari Badan Pemerhati Hukum (Banper), Bisma Indra.

“Diduga Kepala Dinsos Gowa terlibat politik praktis dan dengan menguntungkan salah satu calon. Bantuan dari pusat itu dibagikan jelang Pilkada. Bukan sesuai tahap yang ditentukan,” sambung dia.

Hingga pada pukul 16.20 Wita, unjuk rasa dari belasan massa aksi mulai meredam. Meski gagal bertemu dengan Syamsuddin, mereka membubarkan diri.

Kata Bisma, aksi mereka tidak sampai di situ saja. Rencananya, aksi serupa akan kembali digelar dalam beberapa waktu ke depan. (Ishak/fajar)

Komentar