Minta Ketemu Kadisos, Demo Dugaan Penimbunan Sembako Diwarnai Kericuhan

Kamis, 3 Desember 2020 16:47

FAJAR.CO.ID, GOWA – Unjuk rasa di depan kantor Bupati Gowa masih berlangsung hingga sore ini. Massa aksi terus menuntut untuk bertemu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gowa, Syamsuddin Bidol.

Unjuk rasa yang digelar pada hari ini, Kamis (3/12/2020) sejak pukul 14.00 Wita tadi, massa tak kunjung bertemu dengan Syamsuddin.

Selama itu pula, gesekan dalam aksi berkali-kali terjadi. Massa sempat adu mulut dengan seorang pengendara mobil, yang merasa terganggu akibat aksi bakar ban yang dilakukan massa aksi.

Beruntung gesekan itu cepat diredam oleh beberapa rekannya di lokasi. Namun berselang beberapa menit, gesekan kembali terjadi dengan aparat dari Polres Gowa.

Saat salah satu polisi hendak memindahkan ban bekas yang sudah habis dibakar, datang satu massa aksi yang justru melakukan penghadangan.

Keduanya pun tersulut emosi dan sempat terjadi adu mulut disertai emosi. Kemacetan pun semakin tak terelakkan saat itu.

Berlanjut pada gesekan massa aksi dengan petugas Satpol PP yang berjaga di dalam kantor Bupati Gowa. Gesekan itu bermula saat massa mulai mendobrak pagar kantor tersebut.

Emosi pun lagi-lagi tak terelakkan. Satu anggota Satpol PP pun murka. Begitu pun massa aksi yang juga sempat adu argumen dengan polisi tadi.

Massa aksi merasa kecewa, permintaannya untuk bertemu dengan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gowa, Syamsuddin Bidol tak dipenuhi.

Mereka mempertanyakan soal dugaan penimbunan sembako yang seharusnya disalurkan ke masyarakat sejak bulan Juli, September, dan Oktober, justru disalurkan sebulan jelang Pilkada 2020 ini.

Muncul dugaan, Syamsuddin dianggap terlibat politik dan hendak menguntungkan salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati saat ini.

“Sembako yang harusnya dibagikan di tahap 1 pada Juli, tahap 2 pada September, dan tahap 3 pada Oktober 2020, justru ditunda dan dibagikan pada 16 November lalu,” kata massa aksi dari Badan Pemerhati Hukum (Banper), Bisma Indra.

“Diduga Kepala Dinsos Gowa terlibat politik praktis dan dengan menguntungkan salah satu calon. Bantuan dari pusat itu dibagikan jelang Pilkada. Bukan sesuai tahap yang ditentukan,” sambung dia.

Hingga pada pukul 16.20 Wita, unjuk rasa dari belasan massa aksi mulai meredam. Meski gagal bertemu dengan Syamsuddin, mereka membubarkan diri.

Kata Bisma, aksi mereka tidak sampai di situ saja. Rencananya, aksi serupa akan kembali digelar dalam beberapa waktu ke depan. (Ishak/fajar)

SPONSORSHIP

Komentar


VIDEO TERKINI