Penguasa Kerap Lontarkan Ancaman, Refly Harun: Diinjak yang Satu, Diangkat yang Lain

Kamis, 3 Desember 2020 14:47

Pakar hukum tata negara Refly Harun -- jawa pos

“Jadi dalam rangka melindungi mensejahterakan dan lain sebagainya bukan berarti menggunakan politik belah bambu. Diinjak yang satu, diangkat yang lain,” katanya lagi.

Selain itu, Refly menilai, kasus kerumunan yang dibuat di Petamburan, oleh Habib Rizieq Shihab terkesan bahwa terlalu di-blow up. Padahal ada kasus kerumunan lainnya yang tidak disorot.

“Kasus kerumunan petamburan terlalu di-blow up. Padahal pada waktu yang bersamaan, tidak lama dari kejadian itu, beredar di media sosial kerumunan lainnya. Tapi khusus HRS di petamburan seolah ini spesial. Sehingga pejabat publik, semua melontarkan pernyataan. Mulai dari Menkopolhukam, Kapolda Metro, dan selalu bahasa pemerintah adalah bahasa mengancam, pemerintah akan menindak tegas, akan menghukum ini, menggunakan KUHP dan sebagainya. Jadi seolah penguasa hanya sibuk dengan para pelanggar,” demikian Refly Harun. (fin)

Bagikan berita ini:
2
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar