Praperadilan Ditolak, Penetapan Tersangka Perusak Kantor Nasdem Dianggap Sah

Kamis, 3 Desember 2020 20:02

Sidang praperadilan yang ditunda

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Suprianto alias Ijul pasrah di meja hijau. Permohonan praperadilan atas penetapan status tersangka terhadap dirinya oleh penyidik, ditolak oleh hakim di PN Makassar.

Penetapan status hukum terhadap mahasiswa asal kampus UNM ini dianggap tidak sah oleh LBH Makassar, lantaran hanya berdasar pada keterangan saksi di depan penyidik Polrestabes Makassar.

Namun itu justru dibantah oleh Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul. Dia mengatakan, status tersangka yang saat ini ada di diri Ijul sudah tepat karena sudah memenuhi dua alat bukti yang sah secara hukum.

“Itu menurut LBH (hanya satu alat bukti). Penyidik tetapkan seseorang jadi tersangka minimal dua alat bukti yang sah,” katanya, Kamis (3/12/2020).

“KUHP tidak mengenal calon tersangka. Yang ada di KUHP saksi dan tersangka,” sambung perwira satu melati ini, saat dikonfirmasi.

Hal senada juga disampaikan oleh Pengamat Hukum, Prof Laode Husein. Saat dikonfirmasi, dia mengatakan, penetapan tersangka oleh penyidik memang harus ada dua alat bukti.

Seperti laporan polisi dari korban atau pihak yang dirugikan dan ada saksi fakta. Semua itu telah dihadirkan oleh penyidik Sat Reskrim Polrestabes Makassar.

“Alat bukti minimum itu misalnya laporan polisi dari korban dan ada saksi fakta. Ini sudah bisa ditetapkan menjadi tersangka penyidikan dimulai untuk melengkapi pembuktian,” terang dia.

Komentar