TPNPB-OPM Makin Berani Kibarkan Bendera Bintang Kejora, Puluhan Orang Ditangkap

Kamis, 3 Desember 2020 11:19

Warga sipil kibarkan bendera Bintang Kejora di Manokwari Papua.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB – OPM) semakin percaya diri mengibarkan bendera bintang kejora di tanah Papua.

TPNPB mengklaim sudah tidak diganggu oleh aparat saat mengibarkan bendera Papua Merdeka itu.

TPNPB pun leluasa mengibarkan bendera Bintang Kejora saat melaksanakan upacara peringatan HUT Papua Merdeka di Kabupaten Pinai Papua pada 1 Desember 2020 lalu.

Upacara peringatan HUT Kemerdekaan Papua tersebut dipimpin Kodap VIII Intan Jaya, Undius Kogoya.

“Kami sudah upacara di markas Wandae perbatasan Kabupaten Pania dengan aman-aman saja dan tidak ada ganguan anggota TNI dan Polri,” kata Undius dalam keterangannya, dilansir The TPNPB News, Rabu (2/12).

“Hari ini adalah hari besar kami, hari kemerdekaan bangsa Papua dan kami sedang berjuang melawan negara dengan senjata, dan akan merebut kemerdekaan kembali,” sambung Undius.

Undius menegaskan akan terus berjuang hingga Papua benar-benar merdeka dari Indonesia.

“Kami sudah berjanji bahwa kami tetap perang sampai papua merdeka dan juga kami menolak semua tawar apapuan tetapi dengan aturan internasinal dengan pihak ketiga itu baru kami akan terima untuk kita merdeka,” tandasnya.

Selain TPNPB, rakyat sipil pun mulai terang-terangan mengibarkan bendera Bintang Kejora di jalan-jalan.

Dalam video yang beredar di media sosial, puluhan warga sipil turun ke Jalan sambil mengibarkan bendera Bintang Kejora di Sorong dan Manokwari.

Para orang tua da anak-anak tampak long march. Mereka membawa bendera Bintang Kejora sambil teriak Papua Merdeka.

Aksi ini berakhir ricuh karena polisi berusaha membubarkan massa yang membawa bendera Bintang Kejora. Sebanyak 36 orang ditangkap.

“Polres Manokwari di-backup oleh Brimob Polda Papua Barat sudah melakukan langkah-langkah dengan mengamankan dan mengambil keterangan sebanyak 29 orang terkait kejadian tersebut. Begitu juga demo yang di Sorong Kota, sampai saat ini ada 7 orang di amankan untuk dimintai keterangan,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi melalui keterangannya, Jumat (27/11/2020).

Adam menyampaikan demo ricuh tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat karena menutup akses jalan umum sehingga dibubarkan.

Selain itu, demo tak ada penanggung jawab serta pemberitahuan terlebih dahulu kepada aparat keamanan.

“Mengganggu ketertiban umum, menghalangi jalan umum, sehingga pengguna jalan lain tidak bisa menggunakan. Demo tersebut tidak melayangkan pemberitahuan kegiatan kepada pihak kepolisian, tidak ada penanggung jawab isi demonya,” ujarnya. (pojoksatu/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI