Akademisi: Program DILAN Atasi Kemiskinan Paling Unggul

Jumat, 4 Desember 2020 14:51

DILAN

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN), memaparkan sejumlah program dalam mengatasi kemiskinan pada Debat Publik Jilid III di Jakarta, Jumat (4/12). Mulai dari program Bapak Angkat hingga Kartu Lansia.

Deng Ical-sapaan akrabnya, mengungkapkan sebelum menjalankan seluruh program pengentasan kemiskinan tersebut, yang paling mendesak untuk diselesaikan adalah big data atau unifikasi data. Nah, perampungan big data tersebut menjadi pondasi dalam program pengentasan kemiskinan.

“Kami ingin sampaikan bahwa program 100 hari DILAN adalah big data itu diselesaikan dulu,” ujar dia.

Program ini mendapat apresiasi penuh dari akademisi Universitas Muhammadiyah, Ismail. “Sederet program DILAN itu menuntaskan akar persoalan pengentasan kemiskinan,” terangnya.

Bila sudah ada big data, menurut alumni Pascasarjana UNM ini, akan menjamin seluruh program pengentasan kemiskinan dapat diwujudkan secara tepat sasaran. Selama ini, harus diakui, pemerintah tidak punya data konkret soal penduduk miskin, termasuk difabel yang membutuhkan uluran bantuan pemerintah.

Kondisi itu berdampak pada penyaluran bantuan pemerintah kerap kali tidak tepat sasaran. Deng Ical menyampaikan sudah menjadi hal yang biasa didengar, ada orang miskin yang tidak dapat bantuan dari pemerintah. “Sebaliknya, orang mampu malah menerima bantuan. Nah, semua itu karena tidak adanya big data,” tegas mantan tenaga pengajar Indonesia untuk Uzbekistan ini.

Komentar