Bela Ponakan Prabowo, Hotman: Dia Mau Tempuh Jalur Resmi Tanpa Sogokan

Hotman Paris. Foto Instagram

FAJAR.CO.ID — PT Bima Sakti Mutiara yang merupakan perusahaan milik keponakan Menteri Prabowo Subianto, belum mengantongi izin ekspor benur lobster. Bahkan, perusahaan tersebut belum mengantongi empat sertifikat.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara Hotman Paris Hutape. Menurutnya, perusahaan yang dipimpin oleh Saraswati Djojohadikusumo mengungkapkan, keempat sertifikat yang dimaksud terkait budi daya lobster.

Seperti sertifikat instalasi karantina ikan, cara pembibitan yang baik, dan surat penetapan waktu pengeluaran ekspor.

“Sampai hari ini PT yang dipimpin ibu Saras ini sampai hari ini belum punya izin. Ini masih menunggu kelengkapan izin ekspor,” ujarnya di kawasan Jakarta Utara, Jumat (4/12).

Dengan demikian, kata dia, Saraswati belum mengantongi izin ekspor benih lobster bahkan hingga mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo, ditangkap KPK terkait kasus suap. “Artinya belum pernah ekspor dan tidak pernah nyogok untuk dapatkan hal itu,” ucapnya.

Hotman menyebut, Saraswati yang merupakan keponakan orang yang cukup berpengaruh di negara mendapatkan diskriminasi. Sebab, Bima Sakti Mutiara belum mendapatkan izin.

“Orang 60 sudah dapat izin, mereka oleh pengusaha jago lobi sudah dapat. Tetapi dia sampai hari ini, sampai ditangkap menterinya, izin ekspor belum ada,” tuturnya.

Hotman menambahkan, Saraswati ingin perusahaannya mendapatkan izin ekspor benih lobster sebagaimana mestinya. “Dia belum punya izin padahal dia ponakan Prabowo. Dia mau tempuh jalur resmi tanpa sogokan,” pungkasnya. (JPC)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR