Closing Statement, Appi-Rahman Minta Dukungan Warga Makassar Atasi Covid-19 dan Bangkitkan Ekonomi

Jumat, 4 Desember 2020 17:48

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Jika terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman), menegaskan enggan meniru gaya dan cara kepemimpinan wali kota sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan Appi pada sesi terakhir atau Closing Statment debat publik ketiga Pilwali Makassar 2020, di Studio Inews, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Appi menyebut wali kota sebelumnya, menghabiskan anggaran senilai Rp 17 triliun. Namun manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat, utamanya bagi kesejahteraan lapisan masyarakat bawah.

“Bagi kami uang rakyat harus dikembalikan kepada rakyat dan untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat,” tegas Cawali nomor urut 2 itu.

Selama ini walikota Makasaar 2013-2018 Danny Pomanto yang berpasangan dengan wakil walikota Syamsu Rizal banyak dikritik karena berbagai macam program yang terbengkalai. Misalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah bintang lima, tempat sampah gendang dua, pete-pete smart, halte kapsul, apartemen lorong dan sebagainya. Bahkan rumah sakit Batua sampai sekarang mangkrak.

Pada kesempatan itu Appi juga berkomitmen menciptakan kedamaian di masa-masa akhir Pilwali Makassar 2020 ini.

Baginya pesta demokrasi harus dilalui dengan riang gembira tanpa intimidasi, apalagi dalam bentuk kekerasan fisik.

“Mari bangkit, Makassar yang jauh lebih baik, kami tidak ingin lagi terjadi kekerasan dalam Pilkada seperti yang dialami oleh saudara kami Mus yang hadir bersama-sama kami di tempat ini. Kami ingin Pilkada damai yang bermartabat dan Pilkada yang jujur yang akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” tutupnya.

Komentar