Eks Petinggi Garuda Indonesia Ditahan KPK, Ini Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 4 Desember 2020 20:19

Ilustrasi gedung KPK (Antara)

FAJAR.CO.ID — Mantan Direktur Teknik PT Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno (HDS) ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hadinoto lantas ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan. Ia bakal mendekam di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur terhitung sejak 4 Desember hingga 20 Desember 2020.

“Setelah dilakukan pemeriksaan untuk kepentingan penyidikan perkara baik tindak pidana korupsi maupun TPPU, hari ini penyidik KPK melakukan penahanan,” ujar Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers di kantornya, Kuningan, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Dalam proses penyidikan, KPK menemukan adanya indikasi perbuatan Hadinoto menempatkan, mentransfer, mengubah bentuk, dan menukar mata uang atas suap yang diterimanya.

Perbuatan tersebut diduga dilakukannya dengan mengirimkan uang suap dalam bentuk tunai ke rekening milik anak dan istrinya, serta termasuk rekening investasi di Singapura.

“Perbuatan tersangka HDS tersebut diduga dilakukan dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang suap tersebut guna menghindari pengawasan dari otoritas berwenang baik yang ada di Indonesia maupun di Singapura,” kata Karyoto.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka TPPU, Hadinoto ditetapkan tersangka suap oleh KPK sejak 1 Agustus 2019.

Ia diduga menerima suap sebesar 2,3 juta Dolar AS dan 477 ribu Euro dari Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd. Soetikno Soedarjo.

Komentar