Ferdinand Hapus Status ‘Si Caplin’, Jubir JK: Dilaporkan ke Polisi Malah Terbirit-birit

Jumat, 4 Desember 2020 18:53

Husain Abdullah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mantan kader Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean tiba-tiba menghapus postingan soal ‘Si Caplin’ di akun Twitter miliknya @FerdinandHaean3.

Itu dilakukan, tak lama setelah ia dilaporkan ke Bareskrim Polri lantaran diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Diketahui, Direktur Eksekutif EWI itu dilaporkan oleh putri JK, Muswira Kalla pada Rabu (2/12) berkenaan dengan unggahan “Si Caplin” yang dianggap telah menghina ayahnya.

Juru bicara mantan Wapres pendamping Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, Husain Abdullah pun memberikan sindiran ke Ferdinand.

“Dilaporkan ke polisi, malah pada terbirit-birit hapus postingannya,” sindir Jurubicara JK, Husain Abdullah di akun Twitternya, Jumat (4/12/2020).

Meski telah dihapus, namun unggahan Ferdinand masih banyak ditemui di sosial media lantaran telah di-screenshot banyak pihak. Tak ada penyebutan nama JK dalam tulisan yang dipersoalkan. Namun tak sedikit menduga penyebutan Caplin ditujukan kepada Jusuf Kalla.

“Hebat jg si Caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sdh dipanasi lebih awal. Tampaknya Presiden akan sgt disibukkan olh kegaduhan rekayasa caplin demi anak emasnya si asu pemilik bus edan,” tulis Ferdinand di akun @FerdinandHaean3, Rabu (4/11) sebelum kemudian dihapus.

Beberapa pihak yakin cuitan itu ditujukan ke JK, terlebih setelah Ferdinand meretweet akun anonim yang mengunggah meme bergambar Anies Baswedan, Jusuf Kalla, dan Habib Rizieq yang disusun seperti piramida dan dibubuhi tulisan “Project 2024”, serta beberapa meme lainnya.

“Sebuah kisah di depan tungku perapian yang panas,” tulis Ferdinand dalam retweet meme tersebut.

Muswira sendiri melaporkan Ferdinand dengan laporan polisi nomor ST/407/XII/Bareskrim tertanggal 2 Desember 2020. Dalam laporannya itu, ia melampirkan bukti berupa tangkapan layar unggahan Ferdinand di Twitter, YouTube, dan Facebook.

Ia diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik dan atau pencemaran nama baik dan fitnah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP. (msn/fajar)

Komentar