Habib Rizieq Shihab Terus Mangkir, Chudry Sitompul Bilang Ini

Jumat, 4 Desember 2020 08:59

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Rizieq Shihab mangkir dari panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Jika terus menerus mangkir, polisi bisa menjemput Rizieq secara paksa.

Hal ini disampaikan pengamat hukum pidana Universitas Indonesia Chudry Sitompul di Jakarta.

“Memang prosedurnya begitu, kalau tiga kali dipanggil beliau secara patut tidak hadir, memang akan dijemput paksa,” tegas Chudry.

Tidak hanya mangkir, Rizieq juga memanfaatkan pendukungnya untuk menghalangi penegak hukum mengirimkan surat panggilan ke kediamannya di Petamburan. Chudry tentu menyayangkan kejadian tersebut.

“Kenapa ada petugas negara mengantarkan panggilan, mestinya tidak usah dihalang-halangi,” sambungny Chudry Chudry mengatakan siapa pun yang dengan sengaja menghalangi proses hukum bisa diancam pidana.

“Bisa dianggap mengintervensi hukum. Pasal 160 menghalang-halangi penyidikan,” katanya.

Menurut Chudry, polisi bisa saja menetapkan Rizieq sebagai tersangka dan melakukan penahanan. Asalkan penyidik sudah mengantongi dua alat bukti terkait pelanggaran Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Apakah nanti Rizieq Shihab itu dianggap menyulitkan pemeriksaan lebih lanjut, kalau dianggap menyulitkan, ya ada alasan untuk menahan. Namun, tetapkan dulu sebagai tersangka. Karena orang tidak bisa ditahan kalau statusnya bukan tersangka,” ujarnya.

Penyidik Polda Metro Jaya menduga acara Maulid Nabi dan hajatan pernikahan putri Rizieq Shihab pada 14 November melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Karantina Kesehatan.

Komentar