Hizbullah Assidiqi Sebut Aneh Pemanggilan Eggi Sudjana

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Kuasa Hukum sekaligus putra Eggi Sudjana, Hizbullah Assidiqi, menyambangi penyidik Polda Metro Jaya perihal pemanggilan ayahnya oleh penyidik kepolisian, Kamis (3/12).

Diketahui, Eggi Sudjana merupakan tersangka dugaan makar pada 2019 lalu. Sebab, kala itu dirinya menyerukan "people power" jika Pilpres 2019 diwarnai kecurangan.

Putra Eggi Sudjana itu lantas mempertanyakan pemanggilan ayahnya hari ini. Dia menilai pemanggilan terhadap ayahnya untuk diperika, merupakan sebuah kejanggalan, anomali hukum.

"Kami menilai pemanggilan hari cukup aneh karena sama-sama mengetahui pada 2019 lalu Pak Eggi sudah diperiksa sebagai saksi. Dipanggil pertama sudah hadir langsung sebagai tersangka. Beliau pada pemanggilan pertama langsung hadir itu sudah dipanggil sebagai tersangka tetapi kenapa sekarang dipanggil lagi. Panggilan pertama tersangka lagi? Mengulang," ungkapnya kepada wartawan di depan Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (3/12).

Lebih lanjut, Hizbullah lantas mempertanyakan surat panggilan yang dikirimkan penyidik pukul 01.00 Wib dini hari. Lalu diserahkan kepada sekuriti.

"Suatu kejanggalan, anomali hukum, yang patut dipertanyakan dan kami meminta klarifikasi hari ini. Jadi maksud kedatangan kami hari menyampaikan untuk meminta klarifikasi kepada penyidik terlebih dahulu. Jadi mengenai pemanggilan hari ini," katanya.

Dia menilai peristiwa yang dialami Eggi Sudjana merupakan peristiwa politik. Sebab, kala itu tengah dalam kontestasi Pilpres 2019.

Dia menyebut kala itu Eggi kapasitasnya sebagai juru kampanye sekaligus tim advokasi dari pasangan calon nomor 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Hizbullah menceritakan, waktu itu Eggi menyampaikan orasi di atas podium, tepat di depan kediaman Prabowo terkait kejanggalan dan dugaan kecurangan pemilu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan